felicitation card
There are three brothers who celebrate their jubileum this year. I have just finished making felicitation cards for Adri, Grigion and Edward. I use the picture of our backside house as the background, with combination Park Avenue and Nuptialscript letters. It looks reasonable good in its A5 format.
one day in Tilburg
Yesterday I went to the funeral of Pater Secundus Cap. - or René van Donzel, who since 1951 worked in West Kalimantan. He reached 80 years and was buried in Tilburg. It was rainy, and really a worthy solemn ceremony. Beside some sisters of Veghel, ex-missionaris, unexpectedly I met "Y" a young lady, born in Kudus and her sister is Dr. Lucia of Pati. I also met Bernadeth the sister of P. Pasificus of Singkawang. She lives in Hengelo with her husband and children. I wish I could get some information over Irene the president of KKI in Tilburg.
Bagi-bagi
Seusai nonton film "bagus", kita menceritakannya kepada teman-temen, entah ekspilist atau implisit menganjurnya untuk menonton juga. Dan kita bilang itu bukan "iklan" serta tak dibayar oleh produsernya atau pemilik bioskop. We call it, however, to share the life. O my the have-not fellows, how lucky you’re, because you share yours each other.
Early this morning
Early this morning I got sms from Made telling me that I had succesfully encouraged her, that she is thankful for having the consolation. I tell you, friends, the truly consolation could only come from God the Only Good Reliable Provider.
Bumi
B u m i
(tmas.jan92)
aku bumi selalu membumi
tidak aku terbang ke langit tinggi
aku bumi selalu membuka diri
hujan langit kusadap berseri
rembesan kali menyusup geli pori-pori
limbah pabrik banci kunikmati
aku bumi selalu membumi
tidak aku membungkus diri
pupuk kandang mana tidak berpulang padaku
juga kencingmu juga tahimu
aku bumi-mu kunanti muntah-bau anakmu
tak kan lari dariku mayat busukmu
walau tak pernah kau rindukan aku
aku bumi segala
tak kan aku muntahkan segala sampah dan limbah
segala busuk berdamai di dalam aku
lalu mereka menjadi baru
nikmatilah ramuanku padi - jagung - atau sagu
pisang - apel - atau jambu
sampahmu kubayar dengan makananmu
*******
(tmas.jan92)
aku bumi selalu membumi
tidak aku terbang ke langit tinggi
aku bumi selalu membuka diri
hujan langit kusadap berseri
rembesan kali menyusup geli pori-pori
limbah pabrik banci kunikmati
aku bumi selalu membumi
tidak aku membungkus diri
pupuk kandang mana tidak berpulang padaku
juga kencingmu juga tahimu
aku bumi-mu kunanti muntah-bau anakmu
tak kan lari dariku mayat busukmu
walau tak pernah kau rindukan aku
aku bumi segala
tak kan aku muntahkan segala sampah dan limbah
segala busuk berdamai di dalam aku
lalu mereka menjadi baru
nikmatilah ramuanku padi - jagung - atau sagu
pisang - apel - atau jambu
sampahmu kubayar dengan makananmu
*******
Labels:
puisi-tmas
rindu sahabat
Rindu Sahabat
tmas.okt.90
Rinduku adalah bayu
meninggalkan dingin puncak bukit
melompat tebing menyusur lembah
mencari wajah nir-nama
Muram diam daun akasia
undangan singgah
Kugelitik dia dan gemerisiklah ia
mengebaskan rantingnya
Serentak tercipta simponi lembah
Pipit coklat melompat-lompat
mengaba-aba
Sang bayu telah berjumpa
hangatnya lembah
Rinduku menguap sudah
********
tmas.okt.90
Rinduku adalah bayu
meninggalkan dingin puncak bukit
melompat tebing menyusur lembah
mencari wajah nir-nama
Muram diam daun akasia
undangan singgah
Kugelitik dia dan gemerisiklah ia
mengebaskan rantingnya
Serentak tercipta simponi lembah
Pipit coklat melompat-lompat
mengaba-aba
Sang bayu telah berjumpa
hangatnya lembah
Rinduku menguap sudah
********
Labels:
puisi-tmas
Subscribe to:
Posts (Atom)

